Bali: Untold Story



Pernah merasa sesak yang sangat, yang membuatmu ingin berlari jauh dan menggila? Atau kelelahan pada kenyataan yang seakan tak kunjung berpihak? Atau sekedar melakukan sesuatu yang kamu sendiri gak tau buat apa atau kenapa?
Karena inilah yang kulakukan beberapa pekan silam..

Tepat jam 5 sore, aku tiba di Ngurah Rai Airport, tanpa tau mau kemana dan menghubungi siapa. Iya, aku punya beberapa teman di kota ini, Bli Agus Wirama, Ni Ayu, Miss Lucia, atau Mr. Jeetendra, tapi tidak… kunjunganku tidak dalam rangka untuk merepotkan mereka. Jadi yang kulakukan setelah tiba adalah menuju Starbuck yang demikian dekatnya dari pintu keluar kedatangan. Memesan secangkir green tea frappacino

110411



No more to say..
Your grateful smile was the nicest thing
That day, that evening
Happy birthday.., Cahaya Kemuliaan

Jimbaran, 110411

di penghujung Februari


23:02 wita

Tidak ada bulan di luar
Hujan sedari petang bersekutukan awan
Tak heran enggan gemintang berpendar
Meski, pekat tetaplah menawan
Malam..
Gemericik air..
Aroma tanah basah..

23:11
Masih saja terjaga. Karena secangkir cappucinno mungkin. Atau sepiring nasi goreng buatan Mama. Tak yakin!