gak sempet nulis hampir sebulan ini. acer aspire 3628, temen deketku selama ini tiba2 saja enggan setia. harddisknya minta diganti n bagusnya di dua servisan yg ada di tempat ku bermukim ga ada yg bisa nyediain:( hingga akhirnya terpaksa menunggu n mrawat inap si asphire di ibukota propinsi.
banyak kerjaan, banyak midtest, banyak masalah... but it is life, rite?:)
i'll share next time. lagi diklat n terpaksa harus nginep di kantor malem ini.
just the ordinary girl's room:)
Pages
Labels
- concern's chamber (5)
- man (4)
- me (19)
- petty's part (17)
- romance's room (6)
- screen section (7)
- work files (3)
tentang konsekuensi
konsekuensi menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti akibat dari suatu perbuatan/tindakan. setiap langkah yang kita ambil mengandung konsekuensi dengan atau tanpa kita sadari. saat kita memutuskan untuk menerima kehadiran seseorang yang 'tidak biasa' dalam hidup kita misalnya, konsekuensi yang mungkin ada adalah penolakan dari pihak keluarga yang menganggap we deserve better. belom lagi petuah temen kantor atau pendapat tetangga (yang rese sebenarnya
).
hidup mengharuskan kita membuat pilihan, dan setiap pilihan berarti konsekuensi. sama halnya ketika jumat lalu aku memilih untuk membolos kerja, setelah segudang deadline dan job-list-table ku terselesaikan. merasa pantas untuk me-refresh diri dengan hang out bareng temen2 kantor (yang entah kenapa juga memilih bolos hari itu). tidak ada beban. tidak ingin merasa bersalah
. makan steak di food court, nonton di 21, baca berlama2 di gramedia, lalu shopping yang sebenernya tidak perlu. dalam sehari,kami menghabiskan waktu (dan rupiah juga hehe). dan ketika senin tiba..
).
hidup mengharuskan kita membuat pilihan, dan setiap pilihan berarti konsekuensi. sama halnya ketika jumat lalu aku memilih untuk membolos kerja, setelah segudang deadline dan job-list-table ku terselesaikan. merasa pantas untuk me-refresh diri dengan hang out bareng temen2 kantor (yang entah kenapa juga memilih bolos hari itu). tidak ada beban. tidak ingin merasa bersalah
. makan steak di food court, nonton di 21, baca berlama2 di gramedia, lalu shopping yang sebenernya tidak perlu. dalam sehari,kami menghabiskan waktu (dan rupiah juga hehe). dan ketika senin tiba..
pulp fiction
I wrote this short story on February 2002 (when I was young hehe). N although I couldn’t believe, it had published on Gotcha Tabloid July 2002 period. I post it here before I lose it (I’m bad in archiving):D
“Have you worked on Mr. Manurung’s paper, Yan?”
Yan didn’t answer it. She kept her eyes busy staring at a couple boys under Akasia tree. I knew Andra was there.
“Yan…,” I reminded her.
“Oh, what? Man U? No, no… I watched Lega Calcio last night,” hurriedly she answered. My God! What she’s talking about. Did she forget that I hate Soccer. Swear!
“Juve won!,” she added.
I gave her my sweetest smile. And a few second then, when she looked at me I knew her mind had worked just as usual.
“you don’t like soccer!”
I laughed.
“Come on Re, what did you say?”, she was curious.
‘Ree….,” she shook my shoulder. But I laughed more and more loudly.
“Have you worked on Mr. Manurung’s paper, Yan?”
Yan didn’t answer it. She kept her eyes busy staring at a couple boys under Akasia tree. I knew Andra was there.
“Yan…,” I reminded her.
“Oh, what? Man U? No, no… I watched Lega Calcio last night,” hurriedly she answered. My God! What she’s talking about. Did she forget that I hate Soccer. Swear!
“Juve won!,” she added.
I gave her my sweetest smile. And a few second then, when she looked at me I knew her mind had worked just as usual.
“you don’t like soccer!”
I laughed.
“Come on Re, what did you say?”, she was curious.
‘Ree….,” she shook my shoulder. But I laughed more and more loudly.
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- nop.rianti
- u..., describe me;)